Sabtu, 19 September 2015
Presiden Jokowi terima peneliti-peneliti cilik di Istana Negara
Presiden Joko Widodo menerima 18 finalis Kalbe Junior Scientist Award (KJSA), lomba sains nasional tingkat sekolah dasar tahun 2015 di Istana Negara. Jokowi sangat bangga anak-anak tingkat SD sudah mampu menjadi peneliti-peneliti cilik.
"Saya ucapkan selamat pada anak-anakku pada final kalbe scientist award. Kita sebagai bangsa besar harus prioritaskan pengembangan SDM. Kalau dimulai dari anak-anak, insya allah bisa jadi bangsa maju. Ada yang karyanya pendeteksian dini asap," kata Jokowi di Istana, Jakarta, Rabu (9/9).
Jokowi pun memanggil peneliti cilik yang bernama Savana maju ke depan untuk menjelaskan pendeteksian dini asap.
"Kan sekarang baru musim asap. Coba Savana cerita apa yang dideteksi, kalau ada asap langsung bunyi nguing-nguing. Coba cerita," pinta Jokowi.
Savana pun menjelaskan bila alat hasil penelitiannya bisa mendeteksi asap kebakaran. Jika ada asap dengan jarak tertentu, alat tersebut berbunyi dan tidak akan terbakar.
"Enggak kebakar. Tiangnya ditinggikan, di atas dikasih sinyal audio," kata Savana, siswi SD asal Pontianak itu.
Selain itu, Jokowi juga memanggil siswi SD yang berkarya dengan ide dan inovasinya mengenai jebakan tikus. Alat ini bisa berguna untuk sektor pertanian.
"Ada yang karyanya berurusan dengan pertanian? Duet ini. Satu Davina dan satu Aisyah. Cerita dong apa keahliannya," pinta Jokowi.
"Alat penjebak hama tikus otomatis. Jadi pas tikus masuk, nanti ada sangkar injak, terjadilah konsleting. Ada mcd turun ke posisi off dan pintunya tutup. Umpannya bisa dikasih racun. Kalau tikusnya mau mati, dia makan itu, nanti dia lemes dan mati," jelas siswi asal SD Jakarta Timur itu.
Untuk diketahui, PT Kalbe Farma Tbk. (Kalbe) mengadakan Kalbe Junior Scientist Award (KJSA), lomba sains nasional tingkat sekolah dasar tahun 2015. Seleksi yang dilakukan dewan juri yang terdiri dari pakar pendidikan dan penelitian ini memutuskan 18 finalis dari total 811 peserta yang berasal dari 237 sekolah di 22 propinsi di Indonesia.
Penilaian dilakukan berdasarkan kriteria ide dan kreatifitas karya sains dalam memecahkan problem yang dihadapi anak-anak di lingkungan mereka sendiri. Delapan belas finalis lomba sains KJSA yang telah dilaksanakan untuk kelima kalinya ini berasal dari 10 kota di Indonesia yakni Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Solo, Bogor, Gresik, Mojokerto, Medan dan Pontianak.
Kedelapanbelas finalis KJSA tersebut adalah (1) Daeren Sakti Hermanu dari Semarang, (2) Saffana Rizqi Qinthara dari Pontianak, (3) Aisha Tasya Aulia & Davina Fairuzya dari Jakarta, (4) Rafi Yudha Hidayat dari Semarang, (5) Alexander Fleming Setiadi dari Bandung, (6) Sandy Agre Nicola dari Medan, (7) Nurul Khorina Ilmi & Diva Tsabita Shabrina Aziz dari Gresik, (8) Bryan Tanamas & Fairuz Zabadi Asyrofany dari Semarang, (9) Raisa Zahra & Salsabila Alyani Tazahra dari Bogor, (10) Farah Dennisa Imarini & Aurora Btari Maharani P.S. dari Mojokerto, (11) Celine Lityo & Jessica Putri Japutra dari Jakarta, (12) Sharon Harjo Utomo dari Solo, (13) Sabily Agha & Haliza Zia UI Haq dari Gresik, (14) Nabil Ibadurrahman Ervatra & Muhammad Ali Zainal Abidin dari Jakarta, (15) Edward Pandji dari Surabaya, (16) Firda Nabilah Az Zuhrah dari Bogor, (17) Dinar Wibisono & Fajar Kurniawan dari Gresik, (18) Devita Mayanda Heerlie dari Pontianak.
Kreatifitas siswa-siswa SD 18 finalis ini telah menghasilkan karya-karya sains yang menarik. Diantaranya Alarm Marka dan Pembatas Rambu Lantas Otomatis, Alat Pendeteksi Dini Asap Kebakaran Lahan dan Hutan, Hand Sanitizer Alami dari Kulit Durian), Matematika Nusantara (Menjelajahi Indonesia Berbekal Matematika), Peringatan Dini Gas Habis, Tongkat Tuna Netra, Mesin Box Pencuci Telur Semi Otomatis, Cara Sederhana Menentukan Jalan Berlubang yang Perlu Ditambal, dan lain-lain.(merdeka.com)
visit juga : www.impian-indonesia.com
Berkunjung ke Restoran Unik di Atas Pohon
Banyak restoran di Jepang memang terkenal dengan konsepnya yang unik.
Setelah restoran bernuansa vampire, Jepang ternyata juga punya restoran
yang sedang ‘nangkring’ di atas pohon! Restoran bernama Gajumaru
Treehouse yang terletak di Okinawa ini berada di atas pohon di pohon
dengan ketinggian 20 meter.
Dari meja makan, kita dapat melihat pemandangan kota yang cantik dari atas ketinggian puluhan meter tersebut. Gajumaru Treehouse Diner menawarkan pengalaman unik menyatap makanan yaitu menghadap ke kota dan melihat indahnya Pelabuhan Naha. Pemandangan indah dari jendela restoran yang lebar serta balkon yang lapang terlihat nyata dan memesona. Apalagi jika kita menyaksikannya pada malam hari.Wisatawan dapat masuk ke restoran ini melalui tangga spiral dan merasa seperti bepergian ke dunia lain yang lebih alami dan kuno. Selain lewat tangga, kita juga akan terkejut dengan keberadaan lift di dalam batang pohon raksasa ini.
Selanjutnya, suara desiran lembut air dari Pelabuhan Naha akan membuat pemandangan dari restoran ini menjadi ideal. Tidak salah kalau Gajumaru Treehouse Diner, disebut restoran yang memiliki salah satu pemandangan terbaik di Okinawa, Jepang.Tidak hanya memiliki pemandangan terbaik, Gajumaru Treehouse Diner juga dikenal karena masakannya yang lezat. Biaya makan di sini mulai dari Yen 1.000 atau sekitar Rp 100 ribu saja. Wah, ada yang tertarik menikmati santapan dari atas pohon, Dreamers
Dari meja makan, kita dapat melihat pemandangan kota yang cantik dari atas ketinggian puluhan meter tersebut. Gajumaru Treehouse Diner menawarkan pengalaman unik menyatap makanan yaitu menghadap ke kota dan melihat indahnya Pelabuhan Naha. Pemandangan indah dari jendela restoran yang lebar serta balkon yang lapang terlihat nyata dan memesona. Apalagi jika kita menyaksikannya pada malam hari.Wisatawan dapat masuk ke restoran ini melalui tangga spiral dan merasa seperti bepergian ke dunia lain yang lebih alami dan kuno. Selain lewat tangga, kita juga akan terkejut dengan keberadaan lift di dalam batang pohon raksasa ini.
Selanjutnya, suara desiran lembut air dari Pelabuhan Naha akan membuat pemandangan dari restoran ini menjadi ideal. Tidak salah kalau Gajumaru Treehouse Diner, disebut restoran yang memiliki salah satu pemandangan terbaik di Okinawa, Jepang.Tidak hanya memiliki pemandangan terbaik, Gajumaru Treehouse Diner juga dikenal karena masakannya yang lezat. Biaya makan di sini mulai dari Yen 1.000 atau sekitar Rp 100 ribu saja. Wah, ada yang tertarik menikmati santapan dari atas pohon, Dreamers
Langganan:
Komentar (Atom)

